Jumat, 16 Juli 2010
cerpen
KEBERSAMAAN ITU BERNAMA….
Kau Nampak tua daln lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersegal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan
Lirik lagu itu terus ia dengar ketika menumpang bus mahasiswa. Kali ini yang 14 kali menumpang bus mahasiswa itu. Rani seorang gadis berusia 19 tahun , ia seorang mahasiswa yang berasal dari suatu pulau . Ia telah semester II di Universitas Nusa Cendana Kupang . Salah satu Universitas negeri di Nusa karang dan NTT umumnya dan terbilang paling murah untuk sejagat Indonesia. Yah… Rani seorang anak pensiunan guru melabuhkan asanya di universitas ini.
Setiap hari Rani menapaki tanjakan itu, kosnya berada di baba kaki bukit. Setiap pagi ia menaiki bukit itu dan sampai di perbatasan UNDANA dan rumah penduduk ia menanti bus mahasiswa. Bus koperasi yang disiapkan garatis untuk mahasiswa melewati sekali lagi tanjakan . UNDANA sangat terkenal dengan tanjakannya.
Pagi ini Rani jalan dengan penuh semangat. Ia ingin menumpang bus , bukan karena tak ingin lagi berjalan kaki dan menumpang gratis, tapi ia ingat sorot mata itu, sorotnya begitu indah tidak saja melenahkan namun juga meneduhkan . Setiap menatap ke depan
Dari kaca itu ia juga terus menatap Rani dengan ketenangan . Mereka sepertinya saling mengenal tapi di dunia mana? Rani tak ingat sia– sia ia menggerakkan semua yang ada dalam struktur skematanya … lagu itu lagi yah lagu titip rindu untuk ayah karya Ebiet G. Ade . Apakah ia begitu menyukai lagu itu? Rani menykai lagu itu ….. Sungguh !!! Rani menyukai lagu itu untuk mengingat sosok yang ia banggakan . Sosok ayah , ayah yang ia cintai , ayahnya yang gigih, kuat, tangguh, dan humoris namun
tetap mengajarkan disiplin …. Fitrahnya begitu kuat, ayah seorang guru. Ayah yang dibanggakan jadi panutan di kampungnya. Samakah? Apakah lelaki itu juga menyukai lagu itu atas dasar kebanggaan terhadap ayahnya? Kalu merekah sama –sama menyukai lagu itu,, mungkinkah lelaki itu menyukai karena kebanggaannya terhadap “AYAH” pertanyaan itu jadi memori yang terus berkecamuk dalam memori Rani. Tapi yang pasti , yang ingin dilakukan, diingat, Rani selalu ingin melihat sorot matanya,alis matanya sangat mirip dengan seseorang yang sangat dekat dengan Rani…. Kebanggaan Rani …..
Ahchhhh
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
ke riput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkus
Pagi itu, kamis 21 mey 2007 Rani duduk di deker menunggu bus mahasiswa andalannya .. Lama… lama sekali telah tiga puluh lima menit ia menunggu , ia terus mengingat bait itu. Mungkinkah ia mencintai lelaki itu , lelaki yang ia rindukan karena kemiripannya dengan sosok yang ia sayangi. Seketika lamunanya buyar . Bus itu berhenti di hadapannya . Lelaki itu ta pernah bicara . Tapi Rani paham , sorot mata laki laki itu terus bicara menisyaratkan keriduan. Sorot mata yang sangat ia ridukan setiap kali ia mendengar lagu Ebiet G. Ade. Dan lagu itu bergeming terus setiap kali Rani berada dalam bus ini.. Ataukah hanya kebetulan tapi mengapa harus kebetulan apakah setiap ia numpang bus itu adalah sebuah kebetulan. Rani tak pernah tahu… akchhh dia betul-betul tak tahu. Rani juga tak pernah tahu mengapa kerinduan itu begitu dalam kali ini sudah yang kedua puluh kali ia menumpang bus itu…
Waktu terus berjalan, dan pada suatu pagi yang cerah , setelah liburan selam tiga bulan, setelah ia berkunjung ke pulaunya . Pulau yang selalu dan amat ia banggakan. Setelah ia mendengarkan penuturan ayahnya
“ suatu hari nanti kau akan menemuan seseorang yang sangat dekat dengan tanganmu sendiri. Ia mungkin beda dengan mu tapi nadinya adalah juga nadimu.
Rani hanya menganguk tak karuan . Ia hanya mengingat pesan itu . Tak sedikitpun ia memahaminya . Ia hanya tahu ayahnya berbicara.
Ia begitu merindukan lagu itu … sekaligus sorot mata
Itu , sorot mata yang menentramkan hatinya.
Rani menunggu bus … tapi yang ditunggu tak juga muncul bus –bus yang lain tak dihiraukan ia hanya menunggu satu bus.. Yah bus yang selalu ada dalam lamunya,,, bertulisksn syalom didepan… bus yang selalu menghanyutkannya dengan lagu titip rindu untuk ayah,.. Semua bus lewat begitu saja. Ia menantiakan yang berbeda ,, apa yang ia nantiakan tidak ada.. Sia-sia..Rani melangkan kakinya gontai. Esoknya… lusa… sama saja lelaki itu tak muncul lagi walaupun bus nya muncul , lagunya juga sudah berbeda.
Kini ..Rani sudah semester vi sudah dua tahun ia malas naik bus. Ia jenuh. Ia sudah putus asa, ia ingin mengubur cintanya menguburkan kerinduannya yang begitu dalam tiba-tiba saja pada suatu hari , kerinduannya begitu dalam akan hadirnya bus . Nyata ini benar-benar nyata . ..Ranimelihat sosok itu , sosok yang ia dambahkan tapi bukan di atas bus, di atas motor dengan MP3 dalam genggaman sedang menanti seseorang.
‘ hay’ sapa lelaki itu pada Rani
“ hay juga” Rani penuh kegugupan
Lelaki itu mendekat . “ bolehkah aku bicara denganmu”
“ kapan”
“ sekarang”
Tanpa sadar Rani langsung mengikuti lelaki itu..
Lelaki iyu menuturkan ceritanya, memberitahukan bahwa ia simpat pada Rani dan menuturksan bahwa ia mempunyai seseorang yang ia cari di pulau kebanggaan Rani. Ia mengatakan cinta pada Rani rani tak dapat mengelak lagi. Rany dan Leksi demikian nama lelaki itu a
Itu akhirnya pacaran .
Pada saat memasuki semester VII, ayah Rani sakit keras. Rani harus pulang . Dua hari sebelumnya leksi pacarnya tak tahu dimana keberadaannya . Sia– sia Rani menghubungi hapenya.. Mailbok trus. Akhirnya Rani berangkat ke Sumba. Ketika sampai di bandara Eltari Rani membuka hapenya … no tak dikenal isi pesan” Leksi sekrang ada di Sumba.
Rani bingung tapi ia tak pedulkikan .. Ia lebih peduli dan kuatir dengan keadaan ayahnya.
Sesampainya di Sumba , Rani dikejutkan oleh suatu hal bahwa…. Bahwa ada seorang wanita yang sudah begitu dekat dengan nya, dia ibu Leksi. Mereka sama –sama terkejut. Tak saling mengenal namun berada dalam satu rumah.. Yah rumah ayahnya.. Apa gerangan yang terjadi.
“ Rani , dia ibu yang ayah tinggalkan di Kupang… dan ayah mempunyai seorang anak… anak itu”’
Rani tak sanggup lagi … Rani terdiam sekuat tenaga ia tutup telinga .. Ia tak mau mendengar penuturan ayahnya. Bahwa Leksi adalah kakaknya.. Pacarnya adalah kakanya.. Tapi siapa yang salah Rani tak tahu , Leksi juga. Mereka telah melakukan jhal yang salah Rani dan Leksi pernah bersetubuh.
Inikah yang harus dubayar olehnya … mengapa?
Rani baru sadar , mengapa ia merasa dekat dekat Leksi karena mereka Saudara Rani baru sadar akan cerita-cerita Leksi tebtang sosok ayah yang dicarinya dalah kebanggaan Rani. Rani tak sadarkan diri ia telah menodai kepercayaannya sendiri
The end
Kau Nampak tua daln lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersegal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan
Lirik lagu itu terus ia dengar ketika menumpang bus mahasiswa. Kali ini yang 14 kali menumpang bus mahasiswa itu. Rani seorang gadis berusia 19 tahun , ia seorang mahasiswa yang berasal dari suatu pulau . Ia telah semester II di Universitas Nusa Cendana Kupang . Salah satu Universitas negeri di Nusa karang dan NTT umumnya dan terbilang paling murah untuk sejagat Indonesia. Yah… Rani seorang anak pensiunan guru melabuhkan asanya di universitas ini.
Setiap hari Rani menapaki tanjakan itu, kosnya berada di baba kaki bukit. Setiap pagi ia menaiki bukit itu dan sampai di perbatasan UNDANA dan rumah penduduk ia menanti bus mahasiswa. Bus koperasi yang disiapkan garatis untuk mahasiswa melewati sekali lagi tanjakan . UNDANA sangat terkenal dengan tanjakannya.
Pagi ini Rani jalan dengan penuh semangat. Ia ingin menumpang bus , bukan karena tak ingin lagi berjalan kaki dan menumpang gratis, tapi ia ingat sorot mata itu, sorotnya begitu indah tidak saja melenahkan namun juga meneduhkan . Setiap menatap ke depan
Dari kaca itu ia juga terus menatap Rani dengan ketenangan . Mereka sepertinya saling mengenal tapi di dunia mana? Rani tak ingat sia– sia ia menggerakkan semua yang ada dalam struktur skematanya … lagu itu lagi yah lagu titip rindu untuk ayah karya Ebiet G. Ade . Apakah ia begitu menyukai lagu itu? Rani menykai lagu itu ….. Sungguh !!! Rani menyukai lagu itu untuk mengingat sosok yang ia banggakan . Sosok ayah , ayah yang ia cintai , ayahnya yang gigih, kuat, tangguh, dan humoris namun
tetap mengajarkan disiplin …. Fitrahnya begitu kuat, ayah seorang guru. Ayah yang dibanggakan jadi panutan di kampungnya. Samakah? Apakah lelaki itu juga menyukai lagu itu atas dasar kebanggaan terhadap ayahnya? Kalu merekah sama –sama menyukai lagu itu,, mungkinkah lelaki itu menyukai karena kebanggaannya terhadap “AYAH” pertanyaan itu jadi memori yang terus berkecamuk dalam memori Rani. Tapi yang pasti , yang ingin dilakukan, diingat, Rani selalu ingin melihat sorot matanya,alis matanya sangat mirip dengan seseorang yang sangat dekat dengan Rani…. Kebanggaan Rani …..
Ahchhhh
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
ke riput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkus
Pagi itu, kamis 21 mey 2007 Rani duduk di deker menunggu bus mahasiswa andalannya .. Lama… lama sekali telah tiga puluh lima menit ia menunggu , ia terus mengingat bait itu. Mungkinkah ia mencintai lelaki itu , lelaki yang ia rindukan karena kemiripannya dengan sosok yang ia sayangi. Seketika lamunanya buyar . Bus itu berhenti di hadapannya . Lelaki itu ta pernah bicara . Tapi Rani paham , sorot mata laki laki itu terus bicara menisyaratkan keriduan. Sorot mata yang sangat ia ridukan setiap kali ia mendengar lagu Ebiet G. Ade. Dan lagu itu bergeming terus setiap kali Rani berada dalam bus ini.. Ataukah hanya kebetulan tapi mengapa harus kebetulan apakah setiap ia numpang bus itu adalah sebuah kebetulan. Rani tak pernah tahu… akchhh dia betul-betul tak tahu. Rani juga tak pernah tahu mengapa kerinduan itu begitu dalam kali ini sudah yang kedua puluh kali ia menumpang bus itu…
Waktu terus berjalan, dan pada suatu pagi yang cerah , setelah liburan selam tiga bulan, setelah ia berkunjung ke pulaunya . Pulau yang selalu dan amat ia banggakan. Setelah ia mendengarkan penuturan ayahnya
“ suatu hari nanti kau akan menemuan seseorang yang sangat dekat dengan tanganmu sendiri. Ia mungkin beda dengan mu tapi nadinya adalah juga nadimu.
Rani hanya menganguk tak karuan . Ia hanya mengingat pesan itu . Tak sedikitpun ia memahaminya . Ia hanya tahu ayahnya berbicara.
Ia begitu merindukan lagu itu … sekaligus sorot mata
Itu , sorot mata yang menentramkan hatinya.
Rani menunggu bus … tapi yang ditunggu tak juga muncul bus –bus yang lain tak dihiraukan ia hanya menunggu satu bus.. Yah bus yang selalu ada dalam lamunya,,, bertulisksn syalom didepan… bus yang selalu menghanyutkannya dengan lagu titip rindu untuk ayah,.. Semua bus lewat begitu saja. Ia menantiakan yang berbeda ,, apa yang ia nantiakan tidak ada.. Sia-sia..Rani melangkan kakinya gontai. Esoknya… lusa… sama saja lelaki itu tak muncul lagi walaupun bus nya muncul , lagunya juga sudah berbeda.
Kini ..Rani sudah semester vi sudah dua tahun ia malas naik bus. Ia jenuh. Ia sudah putus asa, ia ingin mengubur cintanya menguburkan kerinduannya yang begitu dalam tiba-tiba saja pada suatu hari , kerinduannya begitu dalam akan hadirnya bus . Nyata ini benar-benar nyata . ..Ranimelihat sosok itu , sosok yang ia dambahkan tapi bukan di atas bus, di atas motor dengan MP3 dalam genggaman sedang menanti seseorang.
‘ hay’ sapa lelaki itu pada Rani
“ hay juga” Rani penuh kegugupan
Lelaki itu mendekat . “ bolehkah aku bicara denganmu”
“ kapan”
“ sekarang”
Tanpa sadar Rani langsung mengikuti lelaki itu..
Lelaki iyu menuturkan ceritanya, memberitahukan bahwa ia simpat pada Rani dan menuturksan bahwa ia mempunyai seseorang yang ia cari di pulau kebanggaan Rani. Ia mengatakan cinta pada Rani rani tak dapat mengelak lagi. Rany dan Leksi demikian nama lelaki itu a
Itu akhirnya pacaran .
Pada saat memasuki semester VII, ayah Rani sakit keras. Rani harus pulang . Dua hari sebelumnya leksi pacarnya tak tahu dimana keberadaannya . Sia– sia Rani menghubungi hapenya.. Mailbok trus. Akhirnya Rani berangkat ke Sumba. Ketika sampai di bandara Eltari Rani membuka hapenya … no tak dikenal isi pesan” Leksi sekrang ada di Sumba.
Rani bingung tapi ia tak pedulkikan .. Ia lebih peduli dan kuatir dengan keadaan ayahnya.
Sesampainya di Sumba , Rani dikejutkan oleh suatu hal bahwa…. Bahwa ada seorang wanita yang sudah begitu dekat dengan nya, dia ibu Leksi. Mereka sama –sama terkejut. Tak saling mengenal namun berada dalam satu rumah.. Yah rumah ayahnya.. Apa gerangan yang terjadi.
“ Rani , dia ibu yang ayah tinggalkan di Kupang… dan ayah mempunyai seorang anak… anak itu”’
Rani tak sanggup lagi … Rani terdiam sekuat tenaga ia tutup telinga .. Ia tak mau mendengar penuturan ayahnya. Bahwa Leksi adalah kakaknya.. Pacarnya adalah kakanya.. Tapi siapa yang salah Rani tak tahu , Leksi juga. Mereka telah melakukan jhal yang salah Rani dan Leksi pernah bersetubuh.
Inikah yang harus dubayar olehnya … mengapa?
Rani baru sadar , mengapa ia merasa dekat dekat Leksi karena mereka Saudara Rani baru sadar akan cerita-cerita Leksi tebtang sosok ayah yang dicarinya dalah kebanggaan Rani. Rani tak sadarkan diri ia telah menodai kepercayaannya sendiri
The end
SAUDARA –SAUDARA YANG KEKASIH?
Dalam pertemuan di kalangan kristiani, misalnya dalam acara pernikahan, upacara kematian, ulang tahun dan sebagainya, sering terdengar penggunaan beberapa kata yang salah kaprah.kekerapan pemakaiannya tinggi karena rupanya sydah menjadi kebiasaan dan merata sehingga tidak terasa lagi kesalahannya.
Pertama pemakaian kata kekasih , kata kekasih merupakan kata benda, artinya yang” dikasihi”namun kata ini sering digunakan malah sebagai kata sifat.misalnya saudara-saudara yang kekasih yang dipakai sebagai ungkapan penyapa . yang benar jiaka dikatakan:
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, atau
Saudara –saudara kekasih Tuhan , atau
Saudara –saudara kekasih Yesus.
Dalam bahasa Indonesia hanya ada tiga kata benda yang diawali dengan awalan ke- yaitu kekasih, kehendak, ketua. Kehendak Tuhan itulah yang jadi, ketua rapat itu mengucapkan terima kasih atas penerimaan usul itu
Kedua, penggunaan kata mengkuatkan , misalanya kiranya Tuhan mengkuatkan iman…. Bentuk dasar kata itu , kuat bila di beri awalan me- dan akhira kan menjadi menguatkan karena k pada awalan kata kuat luluh.perhatikan contoh lain:
kotordikotorkan mengotorkan
kerasdikeraskanmengeraskan
kait dikatkan mengaitkan
bentuk salah kaprah sejenis itu yang sering kita jumpai dalam pemakaian bahasa Indonesiadewasa ini ialah mengkikis, kait- mengkait yang seharusnya mengikis dan kait mengait
ketiga, kata bentukan baru gerejani . kata ini dibentuk dengan anologi yang salah yaitu meniru kata bentukan rohani atau badani. Kata rohani berasal dari baghasa Arab rohaniyyah dan badiniyyah. Kata itulah yang kita pungut ke dalam bahasa Indonesia menjadi rohani , badani dan rohaniah dan badaniah.
Perhatikan ! bukan roha+ni , bada+ni . jadi bentukan rohani, badani jangan dipakai sebagai analogi bentuk gerejani , bentuk lain dalam bahasa Arab ialah duniawi(dari kata dunia), sebagai lawan ukhrawi . kata berakhiran amendapat tambahan – wibukan I seperti badan rohani, karena itu kata gereja yang berasal dari bahasa bahasa Portugis seharusnya gerejawi.
Akhiran wi dalam bahasa arab mempunyai pengertian “mempunyai sifat” mulai berkembang pemkaiannya tidak hanya pada kata asal bahasa Arab tetapi , manusia , agama, kimiawi juga(bahasa Sansrit).
Torine Rambu Baba Ama
Dalam pertemuan di kalangan kristiani, misalnya dalam acara pernikahan, upacara kematian, ulang tahun dan sebagainya, sering terdengar penggunaan beberapa kata yang salah kaprah.kekerapan pemakaiannya tinggi karena rupanya sydah menjadi kebiasaan dan merata sehingga tidak terasa lagi kesalahannya.
Pertama pemakaian kata kekasih , kata kekasih merupakan kata benda, artinya yang” dikasihi”namun kata ini sering digunakan malah sebagai kata sifat.misalnya saudara-saudara yang kekasih yang dipakai sebagai ungkapan penyapa . yang benar jiaka dikatakan:
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, atau
Saudara –saudara kekasih Tuhan , atau
Saudara –saudara kekasih Yesus.
Dalam bahasa Indonesia hanya ada tiga kata benda yang diawali dengan awalan ke- yaitu kekasih, kehendak, ketua. Kehendak Tuhan itulah yang jadi, ketua rapat itu mengucapkan terima kasih atas penerimaan usul itu
Kedua, penggunaan kata mengkuatkan , misalanya kiranya Tuhan mengkuatkan iman…. Bentuk dasar kata itu , kuat bila di beri awalan me- dan akhira kan menjadi menguatkan karena k pada awalan kata kuat luluh.perhatikan contoh lain:
kotordikotorkan mengotorkan
kerasdikeraskanmengeraskan
kait dikatkan mengaitkan
bentuk salah kaprah sejenis itu yang sering kita jumpai dalam pemakaian bahasa Indonesiadewasa ini ialah mengkikis, kait- mengkait yang seharusnya mengikis dan kait mengait
ketiga, kata bentukan baru gerejani . kata ini dibentuk dengan anologi yang salah yaitu meniru kata bentukan rohani atau badani. Kata rohani berasal dari baghasa Arab rohaniyyah dan badiniyyah. Kata itulah yang kita pungut ke dalam bahasa Indonesia menjadi rohani , badani dan rohaniah dan badaniah.
Perhatikan ! bukan roha+ni , bada+ni . jadi bentukan rohani, badani jangan dipakai sebagai analogi bentuk gerejani , bentuk lain dalam bahasa Arab ialah duniawi(dari kata dunia), sebagai lawan ukhrawi . kata berakhiran amendapat tambahan – wibukan I seperti badan rohani, karena itu kata gereja yang berasal dari bahasa bahasa Portugis seharusnya gerejawi.
Akhiran wi dalam bahasa arab mempunyai pengertian “mempunyai sifat” mulai berkembang pemkaiannya tidak hanya pada kata asal bahasa Arab tetapi , manusia , agama, kimiawi juga(bahasa Sansrit).
Torine Rambu Baba Ama
KAJIAN SOSIOLOGIS CERITA PENDEK KENTHUS
Torine Rambu Baba Ama, PBS FKIP UNDANA
TENTANG KESEDERHANAAN DAN MABUK KEKUASAAN
PENDAHULUAN
Nilai –nilai kehidupan yang membangun suatu cipta sastra , unsure-unsur social budaya dari suatu masyarakat terkadang tampak begitu menonjol bahkan menjadi warna dari sebuah karya sastra. Dalam sastra social budaya bukanlah hal yang asing . Nilai-nilai tradisional amat berpengaruh terhadap sastra atau dalam prosess kreatif sastra.
Dalam cerita –cerita yang ditampikan oleh Ahmat Tohari, mempunyai cirr sendiri, yang mana penceritaannya menyatakan latar social secara utuh. Dalam cerpen Blokeng dan Khentus dapat dilihat bahwa Ahmat Tohari mempunyai cirri tersendiri dalam menciptakan teks satranya. Latar alam pedesaan , peristiwa-peristiwa , tokoh-toh sentral ; masyarakat lapis bawah , merupakan daya trik dan kekuatan yang khas. Wilayah pedesaan yang kumuh, lugu, dan alami yang dipadukan dengan orang-orng desa yang bersahaja yang tidak pernah diperhitungkan kehadirannya ,merupakan suatu hal yang sangat akrab dijamah Tohari. Ia selalu bertiolak dari pengelaman kedesaannya sehingga pembaca akan menangkap suatu dunia kehidupan pembaaca akan segera tahu.
Pemberian nama tokoh dalam sebuah cerita mempunyai peran yang penting dalam penafsirannya . Nama dapat memberikan bayangantentang keadaan fisik , karakter, status social tokoh dan sebagainya. Nama juga akan mengingatkan kita tentang mitos-mitos , legenda-legenda, atau pun cerita-cerita tertentu . Dalam cerita ini Khentus , Dawet adalah nama-nama yang biasa digunakan oleh orang-orang Jawa dari daerah pedesaan , berasal dari klangan masyarakat bawah , petani miskin, dan tidak berpendidikan. Rakyat kecil dan terlampau biasa.
Dari cerpen Khenthus saya mempunyai esan bahwa yang dimuat , latar alam pedesaan , peristiwa-peristiawa serta tokoh-tokoh lapis bawah . lukisan manusianya(tokohnya)selalu bertolak dari sifat –sifat yang khas sehingga tercermin suatu sikab hidup atau jiwa yang khas pula. Bahkan lukisan watak tokoh yang ditopang oleh lukisan peristiwa dan latar yang juga berkesan khas” khas Jawa” menggambarkan “ Kesederhanaan dan Mabuk Kekuasaan. “
KESEDERHANAAN DAN MABUK KEKUASAAN DALAM CERITA PENDEK KHENTUS.
Refleksi sifat sederhana langsung terlibat dengan sifat mabuk kekuasaan tampt jelas dalam cerita pendek Khentus. Kisah tentang Khentus warga desa yang sehari –harinya hidup dibawah garis kemiskinan , bahkan hampir tidak pernah diperhitungkan kehadirannya , tiba-tiba saja merasa dirinya terangkat. melasa dilambung-lambungkan dari kelas terbawah ke kels atas. Berawal dari mimpi menunggang macan , yang ditafsirkan sebagai isyarat untuk mendapatkan kekuasan (jabatan). Jabatan yang didapat Khentus menjadi kenyataan , Khentus mendapatkan jabatan ebagai pengumpul (buntut ) ekor tikus yang disetor oleh petani dengan upah sepuluh rupiah.jabatan yang sebenarnya hanyalah tugas yang diberi oleh pak RT. Khentus mendapatkan bonus . hal itulah yang mengubah tingkah laku Khentus. Khentus menganggap dirinya sebagai orang yang paling berkuasa, sementara sesame wrganya yang juga sehari_harinya sama berada di bawah garis kemiskinannya dianggapnya begitu kecil bahkan lebih kecil dari liliput(sesuatu yang kecil: baca Khentus karya A. Tohari)serba tidak ada artinya. Perbuatan Khentus membuat Dawet istrinya menjadi benci, mual, dan muak terhadapnya.
Lewat lukisan ini pengarang mengangkat dan mengkritik manusia –manusia ambisius yang luapa diri.pengarang ingin pembaca memaknai kembali ajaran budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun temurun yakni bersifat wajar , sederhana , dan tidak mabuk kekuasan . . pengarang menghadirkan Khentus dan Dawet sebagi tokoh pasangan suami istri . Khentus dilukiskan sebagi tokoh yang merasa berkuasa , sedangkan Dawet lebih suka pada sikab hidup sederhana dan wajar-wajar serta tidak mabuk kekuasaan.
Juduh cerita Khentus berkaitan langsung dengan tokoh ceritanya . digunakan oleh pengarang untuk menyarankan gambaran makna ceritanya kepada pembaca . judul sebagi pembayang cerita. Khentus tidak saja menyarankan makna yang lain. . tanpa disadari judul cerita dan nama tokoh Khentus menginagkan pembaca akan kata komentus , yang dalam bahasa Jawaberarti suka berlagak, bergaya, sok, dan makna tersebut hampir mewarnai seluruh cerita.
Gambaran makna seperti diisyaratkan lewat judul langsung dapat dilihat pada awal cerita.
Keluar dari ruuumah RT , Khentus merasa dirinya bkan lagi Khentus . wajahnya binger. Senyumnya sesekali mengubah bentuk bibirnya yang berhias cakap di kedua ujungnya. Semua orang yang dijumpainya berubah menjadi liliput , kecil bukan main, pepehonan menjadi kecil dan merunduk. Angin didengarnya bersenandung tembang. Menggema . Khentus telah dilambungkan dari kelas terbawah ke atas panggung kehidupan. . Maka inilah yang telah diisyaratkan. Dalam mimpiku piker Khentus yah tak salah lagi … mimpi nunggang macan, apa tidak hebat? Macan adalah tamsil kekuasaan . Aku a akan menunggangi kekuasaan dan kenyataan itu tiba.
Begitu keluar dari rumah pak RT , Khentus memperlihatkan sikab demontratif, suatu sikab yang tampaknya berlebihan. Orang –orang yang dijumpainya dianggapnya tidak berarti di matanya temabng yang biasa di dendangkan untuk menyambut tamu terhormat , tamu agung seolah ikut bergembira. Khentus merasa senandung itu dedendangka untuknya , ia telah berubah hidup dari kelas terbawah ke kelas atas. Kehiduapan sebagaimana yang diisyaratkan dalam mimpinya menunggang macan . pengarang menhadirkan tokoh Dawet. Dawet aneh melihat sikab suaminya yang tidak seperti baiasanya., berubah secara tiba-tiba. Bahkan Dawet mencurigai siakab suaminya sebagi pertanda kematian.melihat Khentus yang sombong dan congkak. Dawet merasa anaeh timbul kesadaran moral dawet untuk lebih jauh mencurigai suaminya. Dari tindakan yang tindakan yang tidak terpuji.
Dawet tidak sudi jika uang dalam saku suaminya adalah hasil curian “ khan uang tadi bukan hasil nyolong Kang!”
Menghadapi sikab istrinya yang tanppa diduga_duga mengajuakan pertanyaan bahkan menyelidk, Khentus tersinggung. Dengan sikab angkuh ia harus menyatakan pada istrinya bahwa tugas yang dierimanya sebagai pelaksana proyek buntut tikus. Karena ia telah bermimpi menunggang macan.
Termakan oleh kekuasan karena bermimpi menunggang macan Khentus memperlihatkan pola sikab yang semakin memuakkan, ankuh dan meremekan orang lain.
Kenagkuhan sikab Khentus karean mabuk kekusaan , mencapai puncaknya ketika sesame warga petani sekampung berkumpul memadati rumahnya untuk menyerahkan buntut tikus. Khentus merasa tidak perlu cepat_cepat membayarnya. Kareana merasa dirinya lebih berkuasa dari sesame petaninya, ia ,ebiarkan saja orang berhimpitan,, terjatuh. Ia tidak mempedulikan keadaan yang memprihatinkan. Sedangkan Dawet tidak suka dengan sikab angkuh Khentus yang menyengsarakan sesamanya.
PENUTUP
Tema adalah mabuk kekuasaan. Amanat.. hendaknya ketika kita mendapatkan kesuksesan kecil janganlah mengambanp orang lain lebih rendah.
Torine Rambu Baba Ama, PBS FKIP UNDANA
TENTANG KESEDERHANAAN DAN MABUK KEKUASAAN
PENDAHULUAN
Nilai –nilai kehidupan yang membangun suatu cipta sastra , unsure-unsur social budaya dari suatu masyarakat terkadang tampak begitu menonjol bahkan menjadi warna dari sebuah karya sastra. Dalam sastra social budaya bukanlah hal yang asing . Nilai-nilai tradisional amat berpengaruh terhadap sastra atau dalam prosess kreatif sastra.
Dalam cerita –cerita yang ditampikan oleh Ahmat Tohari, mempunyai cirr sendiri, yang mana penceritaannya menyatakan latar social secara utuh. Dalam cerpen Blokeng dan Khentus dapat dilihat bahwa Ahmat Tohari mempunyai cirri tersendiri dalam menciptakan teks satranya. Latar alam pedesaan , peristiwa-peristiwa , tokoh-toh sentral ; masyarakat lapis bawah , merupakan daya trik dan kekuatan yang khas. Wilayah pedesaan yang kumuh, lugu, dan alami yang dipadukan dengan orang-orng desa yang bersahaja yang tidak pernah diperhitungkan kehadirannya ,merupakan suatu hal yang sangat akrab dijamah Tohari. Ia selalu bertiolak dari pengelaman kedesaannya sehingga pembaca akan menangkap suatu dunia kehidupan pembaaca akan segera tahu.
Pemberian nama tokoh dalam sebuah cerita mempunyai peran yang penting dalam penafsirannya . Nama dapat memberikan bayangantentang keadaan fisik , karakter, status social tokoh dan sebagainya. Nama juga akan mengingatkan kita tentang mitos-mitos , legenda-legenda, atau pun cerita-cerita tertentu . Dalam cerita ini Khentus , Dawet adalah nama-nama yang biasa digunakan oleh orang-orang Jawa dari daerah pedesaan , berasal dari klangan masyarakat bawah , petani miskin, dan tidak berpendidikan. Rakyat kecil dan terlampau biasa.
Dari cerpen Khenthus saya mempunyai esan bahwa yang dimuat , latar alam pedesaan , peristiwa-peristiawa serta tokoh-tokoh lapis bawah . lukisan manusianya(tokohnya)selalu bertolak dari sifat –sifat yang khas sehingga tercermin suatu sikab hidup atau jiwa yang khas pula. Bahkan lukisan watak tokoh yang ditopang oleh lukisan peristiwa dan latar yang juga berkesan khas” khas Jawa” menggambarkan “ Kesederhanaan dan Mabuk Kekuasaan. “
KESEDERHANAAN DAN MABUK KEKUASAAN DALAM CERITA PENDEK KHENTUS.
Refleksi sifat sederhana langsung terlibat dengan sifat mabuk kekuasaan tampt jelas dalam cerita pendek Khentus. Kisah tentang Khentus warga desa yang sehari –harinya hidup dibawah garis kemiskinan , bahkan hampir tidak pernah diperhitungkan kehadirannya , tiba-tiba saja merasa dirinya terangkat. melasa dilambung-lambungkan dari kelas terbawah ke kels atas. Berawal dari mimpi menunggang macan , yang ditafsirkan sebagai isyarat untuk mendapatkan kekuasan (jabatan). Jabatan yang didapat Khentus menjadi kenyataan , Khentus mendapatkan jabatan ebagai pengumpul (buntut ) ekor tikus yang disetor oleh petani dengan upah sepuluh rupiah.jabatan yang sebenarnya hanyalah tugas yang diberi oleh pak RT. Khentus mendapatkan bonus . hal itulah yang mengubah tingkah laku Khentus. Khentus menganggap dirinya sebagai orang yang paling berkuasa, sementara sesame wrganya yang juga sehari_harinya sama berada di bawah garis kemiskinannya dianggapnya begitu kecil bahkan lebih kecil dari liliput(sesuatu yang kecil: baca Khentus karya A. Tohari)serba tidak ada artinya. Perbuatan Khentus membuat Dawet istrinya menjadi benci, mual, dan muak terhadapnya.
Lewat lukisan ini pengarang mengangkat dan mengkritik manusia –manusia ambisius yang luapa diri.pengarang ingin pembaca memaknai kembali ajaran budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun temurun yakni bersifat wajar , sederhana , dan tidak mabuk kekuasan . . pengarang menghadirkan Khentus dan Dawet sebagi tokoh pasangan suami istri . Khentus dilukiskan sebagi tokoh yang merasa berkuasa , sedangkan Dawet lebih suka pada sikab hidup sederhana dan wajar-wajar serta tidak mabuk kekuasaan.
Juduh cerita Khentus berkaitan langsung dengan tokoh ceritanya . digunakan oleh pengarang untuk menyarankan gambaran makna ceritanya kepada pembaca . judul sebagi pembayang cerita. Khentus tidak saja menyarankan makna yang lain. . tanpa disadari judul cerita dan nama tokoh Khentus menginagkan pembaca akan kata komentus , yang dalam bahasa Jawaberarti suka berlagak, bergaya, sok, dan makna tersebut hampir mewarnai seluruh cerita.
Gambaran makna seperti diisyaratkan lewat judul langsung dapat dilihat pada awal cerita.
Keluar dari ruuumah RT , Khentus merasa dirinya bkan lagi Khentus . wajahnya binger. Senyumnya sesekali mengubah bentuk bibirnya yang berhias cakap di kedua ujungnya. Semua orang yang dijumpainya berubah menjadi liliput , kecil bukan main, pepehonan menjadi kecil dan merunduk. Angin didengarnya bersenandung tembang. Menggema . Khentus telah dilambungkan dari kelas terbawah ke atas panggung kehidupan. . Maka inilah yang telah diisyaratkan. Dalam mimpiku piker Khentus yah tak salah lagi … mimpi nunggang macan, apa tidak hebat? Macan adalah tamsil kekuasaan . Aku a akan menunggangi kekuasaan dan kenyataan itu tiba.
Begitu keluar dari rumah pak RT , Khentus memperlihatkan sikab demontratif, suatu sikab yang tampaknya berlebihan. Orang –orang yang dijumpainya dianggapnya tidak berarti di matanya temabng yang biasa di dendangkan untuk menyambut tamu terhormat , tamu agung seolah ikut bergembira. Khentus merasa senandung itu dedendangka untuknya , ia telah berubah hidup dari kelas terbawah ke kelas atas. Kehiduapan sebagaimana yang diisyaratkan dalam mimpinya menunggang macan . pengarang menhadirkan tokoh Dawet. Dawet aneh melihat sikab suaminya yang tidak seperti baiasanya., berubah secara tiba-tiba. Bahkan Dawet mencurigai siakab suaminya sebagi pertanda kematian.melihat Khentus yang sombong dan congkak. Dawet merasa anaeh timbul kesadaran moral dawet untuk lebih jauh mencurigai suaminya. Dari tindakan yang tindakan yang tidak terpuji.
Dawet tidak sudi jika uang dalam saku suaminya adalah hasil curian “ khan uang tadi bukan hasil nyolong Kang!”
Menghadapi sikab istrinya yang tanppa diduga_duga mengajuakan pertanyaan bahkan menyelidk, Khentus tersinggung. Dengan sikab angkuh ia harus menyatakan pada istrinya bahwa tugas yang dierimanya sebagai pelaksana proyek buntut tikus. Karena ia telah bermimpi menunggang macan.
Termakan oleh kekuasan karena bermimpi menunggang macan Khentus memperlihatkan pola sikab yang semakin memuakkan, ankuh dan meremekan orang lain.
Kenagkuhan sikab Khentus karean mabuk kekusaan , mencapai puncaknya ketika sesame warga petani sekampung berkumpul memadati rumahnya untuk menyerahkan buntut tikus. Khentus merasa tidak perlu cepat_cepat membayarnya. Kareana merasa dirinya lebih berkuasa dari sesame petaninya, ia ,ebiarkan saja orang berhimpitan,, terjatuh. Ia tidak mempedulikan keadaan yang memprihatinkan. Sedangkan Dawet tidak suka dengan sikab angkuh Khentus yang menyengsarakan sesamanya.
PENUTUP
Tema adalah mabuk kekuasaan. Amanat.. hendaknya ketika kita mendapatkan kesuksesan kecil janganlah mengambanp orang lain lebih rendah.
KENANG UNTUKMU PELITAKU
KENANG UNTUKMU PELITAKU
Masih terekam jelas
Nada suaramu bergemah
Alunan spidol, dalam ruang rindu
Ruang cita ,ruang masa depanku.
Pelitaku… begitu banyak
Yang kau taburkan ,,,
Selaksa ilmu dalam nubari
Kini… nada suaramu,,,
Alunan tanganmu Jadi kenangan
Jadi selaksa cerita
Dalam ruang gelapmu, ruang kehampaanku
Saat aku menitikkan air mata
Untuk kepedihanku
Kusadari,, setelah kau terbujur kaku
Di hadapan altar suci
Kenang itu terlintas lagi
Kenang itu menggebu, Kenang itu terpatri.
Kau pelita, kau penasehat
Terima kasih ibu,,,
Jika aku masih mendenyutkan kata pada titisan kenang ini
Itu berarti aku ingin namamu tak pupus dalam relungku.
Selamat jalan ibu SISIL
Kenang selalu ada untukmu
TORINE RAMBU BABA AMA
Masih terekam jelas
Nada suaramu bergemah
Alunan spidol, dalam ruang rindu
Ruang cita ,ruang masa depanku.
Pelitaku… begitu banyak
Yang kau taburkan ,,,
Selaksa ilmu dalam nubari
Kini… nada suaramu,,,
Alunan tanganmu Jadi kenangan
Jadi selaksa cerita
Dalam ruang gelapmu, ruang kehampaanku
Saat aku menitikkan air mata
Untuk kepedihanku
Kusadari,, setelah kau terbujur kaku
Di hadapan altar suci
Kenang itu terlintas lagi
Kenang itu menggebu, Kenang itu terpatri.
Kau pelita, kau penasehat
Terima kasih ibu,,,
Jika aku masih mendenyutkan kata pada titisan kenang ini
Itu berarti aku ingin namamu tak pupus dalam relungku.
Selamat jalan ibu SISIL
Kenang selalu ada untukmu
TORINE RAMBU BABA AMA
Langganan:
Postingan (Atom)
